HORAS...! Selamat Datang di Website Resmi Desa Aritonang, Kec. Muara.

Desa Aritonang

Jln. Tu Saba No.44 Onan Baringin
Kecamatan Muara  Kabupaten Tapanuli Utara

Senin, 17 Juni 2019 08:38

Sejarah Desa

Sejarah Desa  Aritonang

Desa Aritonang adalah satu wilayah di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara yang menurut informasi para orang tua dan tokoh masyarakat Desa Aritonang dikenal karena kawasan tersebut berpotensi dijadikan perladangan dengan bercocok tanam palawija, padi dan tanaman keras. Desa Aritonang berada di ketinggian 1000 m di atas permukaan laut dan topografinya yang mempunyai suhu udara 20 s/d 28 derajat Celsius.

Desa Aritonang terbentuk semenjak perpindahan marga Aritonang dari pulau Samosir ke daerah yang disebut saat ini desa Aritonang, yang terdiri dari marga antara lain : Marga Ompusunggu, Rajagukguk, Simaremare, kemudian marga Siregar datang dan menjadi marga pendatang pertama yang menetap di desa Aritonang. Seiring perjalanan waktu marga lain datang dan tinggal menetap di desa Aritonang hingga sekarang.

Kepemimpinan Desa Aritonang

No

Nama

Periode

1

Erpin Sianturi

2015

s.d

sekarang

2

Marangkup Basar Siregar

2014

s.d

2015

3

Ramidun Ompsunggu

2001

s.d

2014

4

Lamret Rajagukguk

1993

s.d

2001

5

Halomoan Rajagukguk

1985

s.d

1993

6

Muda Simaremare

1973

s.d

1985

7

Judin Rajagukguk

1968

s.d

1973

8

Kaludin Ompusunggu

1955

s.d

1968

Demografi

Desa    Aritonang  terletak  di  dalam  wilayah  Kecamatan  Muara  Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara dengan titik koordinat Lintang Utara 2o19’52,28”  dan Litang Selatan  98o53’51,76” yang berbatasan dengan:

Ø  Sebelah  Utara  berbatasan  dengan  Desa Batubinumbun

Ø  Sebelah Timur  berbatasan  dengan  Desa Sitanggor

Ø  Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dolokmartumbur dan Paranginan

Ø  Sebelah  Barat  berbatasan  dengan Desa Simatupang dan Batubinumbun

 

Luas  wilayah  Desa   Aritonang  adalah  436   Ha  dimana  64 ha merupakan tanah sawah, 265 ha  berupa  daratan  yang bertopografi berbukit-bukit dan kering, 10 ha digunakan untuk pemukiman dan bangunan pekarangan  dan 97 ha berupa lahan lainnya.

Penggunaan Tanah di Desa  Aritonang sebagian besar diperuntukkan untuk tanah pertanian perladangan sedangkan sisanya untuk   Tanah Kering   yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya dan perairan danau untuk budidaya ikan tawar.

Iklim Desa Aritonang, sebagaimana Desa-Desa lain di wilayah Indonesia mempunyai   iklim   Kemarau   dan   Penghujan,   hal   tersebut   mempunyai   pengaruh langsung  terhadap  pola  tanam  pada  lahan  pertanian  yang  ada  di  Desa Aritonang Kecamatan Muara.